Wednesday, 4 March 2009

Journal for Today

Hari ini adalah hari pertama gue masu kuliah lagi di tahun ini. Awalnya deg2an, banyak banget yang harus dikuatiran. Gimana kalo staff OSCH lupa jemput Brian? Gimana kalo OSCH care-nya menolak mereka masuk? Bisa ga gue datang ke kelas on time? Dimana gue mesti parkir mobil? Wah..sampe puyeng kepala gue mikirinnya.

Jadi pagi ini, gue bangun agak pagian. Bangunin anak2, nyuruh mandi, siapin semua lunch box, sarapan, n pergi mandi. Ahirnya pukul 08.10 kita berangkat dari rumah. Jam ini udah melalui percobaan 2 kali untuk menentuan anak2 sudah bisa di drop di sekolah (at least sudah ada beberapa orang anak2 juga yg datang) dan jadwal bus gue ke kampus.

Gue akhirnya ga memarkir mobil di park n ride. Gue kuatir bakal ga dapat tempat parkir, kelamaan nyari trus bakal ketinggalan bus. Jadi..gue parkir di daerah dekat mall yg ada bus station-nya n ga ada limit hour-nya. Udah beberapa hari gue liat2 kaya'nya banyak orang2 yg ninggali mobilnya di situ n naik bus. Yah..gue ikut ngeramein aja, deh..

Gue ga sempat ngejar bus pukul 08.30 yg sebenarnya jadwal ideal supaya bisa sampe kampus pukul 09.00 n ga telat di kuliah yg 09.10. Tapi..apa boleh buat, ga bisa.. Terpaksa naik yg jam 08.45 n seperti yg sudah diduga dan nyampe kelas pukul 09.20. Untungnya..masih ada yg lebih telat dari gue. Hehehe..gue bilang dgn teman gue kalo most likely gue bakal nyampe selalu telat hari Rabu, n dia menawarkan akan selalu ng-block kursi untuk gue jadi gue ga perlu cari2 lagi. Thanks, friend..

Pukul 15.00 setelah kuliah ke-2 selesai, gue langsung ngejar bus pulang. Sampe di OSCH Brian n Nathan pukul 16.00 kurang n mereka komplen koq gue cepat banget jemputnya. Dasar..ga tahu aja mereka mamanya udah sport jantung duluan ngejar bus ini.

Well, gue bersyukur pengalaman pertama berjalan dengan baik. Mudah2an semua akan lancar sampe akhir semester ini.

Arti Sebuah Pelukan

Gue menyadur judulnya dari judul Renungan Harian untuk hari Selasa, 3 Maret 2009. Buat yg pengen dapat bahan renungan sehari-hari, boleh loh..jalan2 ke: www.renunganharian.net. Bahannya sama dgn renungan harian yg perbulan yg banya di jual di toko2 buku di Indonesia tapi ga ada di LN. Loh koq jadi promosi, yah?

Intinya..ternyata pelukan itu bermakna banget, selain sebagai ungkapan kasih sayang kepada seseorang yg kita kasihi juga sebagai tanda encouragement dan prihatin.

Teman di Melbourne pernah cerita kalo dari kursus kebudayaan yg dia ikuti disampaikan bahwa orang Australia itu tidak suka terlalu dekat (physically) dgn orang lain, kek pegangan tangan, berbicara dan berdiri terlalu dekat. Mereka ga ngerasa nyaman. Mengambil saran dari teman itu, yah..gue menjaga juga tingkah laku gue selama di sini.

Tapi..yg gue alami koq beda banget. Guru sekolah anak2 kalo bicara yah..ambil posisi yg cukup dekat ama gue. Apa mungkin karena bisik-bisik, yah? Kan kalo bicaranya bisik2 ga mungkin jauh2 entar malah ga kedengaran. Hehehe..ini satu kejadian yg sudah melanggar pesan teman itu.

Satu lagi..tutor-nya Brian yg gue kasih oleh2 sepulang dari Indonesia. Dia ga mau hanya mengucapkan terima kasih, dia bilang: 'i must give you a hug'. Trus..coordinator sekolah minggu anak2 di Holy Trinity, minggu lalu kebetulan ketemu dan dia langsung memeluk gue. Katanya: 'long time no see and i just miss u'.

Kejadian2 ini semua jelas2 membantah deskripsi ttg 'orang Australia' tadi tapi yang pasti sangat mendukung bahan renungan harian itu ttg 'arti dari sebuah pelukan'.

Dan kemarin malam saat mempersiapkan makan malam, Ariel memeluk gue dari belakang. Katanya, 'Dad told me to give you a hug every day (if I remember, ini gue tambahin sendiri hehehe..) if he is not around.'

Well, it really indeed made my day. So frineds..let's give a free hug!

Thursday, 26 February 2009

Pendidikan di Australia (2)

Harus juga dicek apakah sekolah yang diincar bisa menerima international student, yah..ini kalo2 anak2 kita mo masuk sekolah sebagai international student. Seperti contoh sekolahnya Ariel. Meskipun Pedare termasuk IB World School dan sekolah swasta, tapi sekolah ini hanya bisa menerima international student di Year 11 dan 12. Jadi sebagai international student, ada baiknya kita ngecek ke departemen pendidiannya terlebih dahulu.

Admission ke university.

Tiap university biasanya udah punya prosedur untuk menerima mahasiswanya begitu juga untuk fee schedule-nya. Tapi kalo boleh sharing dari pengalaman, gue melakukan sebagai berikut:

Ngecek website university yg ada di kota gue melihat jurusan yg ingin diapply. Kasus gue ada keterbatasan pada pilihan karena gue mesti sekolah di mana suami gue ditugaskan. Kalo kasusnya berbeda, yah..mending cari jurusan yg pengen diambil, kelebihan dan kemudahan yg uni bisa tawarkan.

Setelah dapat, gue langsung masuk proses apply. Semuanya gue lakukan online kecuali memasukkan copy transcript, ijasah, identitas diri gue kirim via post. Dan jangan lupa untuk menterjemahkan semua ke dalam bahasa inggris dan dinotorized. Yang terakhir ini penting banget karena merupakan bukti kalo copy-an itu sesuai dengan aslinya.

Sebenarnya syarat memasukkan application termasuk dengan proof of proficiency in english. Di Australia mereka menggunakan IELTS. Yah..sebenarnya ga jauh beda dengan TOEFL tapi berbeda aja. Hehehe.. IELTS pake writing n interview test. Nah..saat memasukkan application gue belum punya hasil IELTS, yang ada ada baru hasil TOEFL institution karena saat itu kan gue dalam proses apply beasiswa melalui Bappenas juga. Meskipun tahu ga berlaku tapi gue keukeuh aja masuki. Hihihih..

Sebulan kemudian, setelah aplikasi gue diproses, gue dapat Letter of Offering but under conditonal. Yah..gue harus provide IELTS gue. Untungnya gue bisa ikut test tepat waktu dan dapat hasilnya yang memenuhi syarat, yah..jadi tawarannya gue accept n setelah masuki form acceptance n bayar uang kuliah untuk 1 semester, gue officially was a student.

Visa subclass 457 memperbolehkan dependent untuk bekerja dan sekolah for unlimited period of time jadi gue ga perlu ganti visa gue ke visa student. Dan karena status ini meskipun gue harus bayar uang sekolah sebagai international student, gue ga diwajibkan membeli asuransi kesehatan. Lagian gue sudah punya private health insurance jadi mereka ga permasalahkan lagi.

Berapa uang seolah untuk international student? Wah..mahal tapi lebih tepatnya bisa dilihat di web uni masing2. Di situ sudah lengkap diinfokan uang sekolahnya. Yang gue bayar untuk program Master Degree in Transportation System Engineering adalah AU $ 30,000 kurang sedikit in total. Sekali lagi...ini hanya school fee, belum transport n akomodasi, dll.

Kaya'nya baru itu aja yg gue bisa sharing. Maaf yah kalo belum lengkap atau kurang detil.

Pendidikan di Australia (1)

Sebenarnya tulisan ini mo menjawab pertanyaan Epin dari FB gue. Tapi berhubung blog-nya banyak jadi gue posting awal dari MP and hopefully it will push through to my FB. :D

Australia merupakan salah satu tempat incaran orang2 untuk menyekolahkan anaknya. Disamping diakui memiliki sistem pendidikan yg baik (peringkat 8 terbaik dunia, kalo menurut Wikipedia), living cost-nya juga relatif lebih murah dibanding dgn singapore n jepang. No wonder banyak orang2 menyekolahkan anak2nya di sini. Informasi sistem pendidikannya bisa diliat di Wikipidia itu, yah friends..

Admission masuk sekolah di OZ.

Gue mulai dari pengalaman gue masuki anak2 melalui visa subclass 457 yang gue pegang, yah.. Visa 457 adalah visa business long stay. Jadi pemegangnya bisa dianggap sebagai temporary resident bukan sekedar visitor. Please notice, yah.. Akibatnya..anak2 bisa masuk sekolah sebagai resident n ga perlu bayar uang sekolah sebagai international student. Cara masuknya..yah tinggal menghubungi sekolah yang dituju, masukkan school report terakhir (syukur2 udah diterjemahi ke dalam bahasa inggris biar mereka ngerti, hehehe..) dan kalo belum punya tempat tinggal akan diadvice sebaiknya tinggal di daerah mana aja karena mereka memakai sistem district. Tapi adakalanya mereka memberikan keleluasaan, seperti yang terjadi ama gue. Gue ga dipaksa tinggal di boundary sekolah yg gue pengen anak2 masuki.

Tapi..ada tapinya, nih.. Ga semua state memberikan kesempatan bersekolah sebagai resident bagi pemegang visa 457 ini. Seperti di NSW dan ACT, mereka men-charge school fee untuk temporary resident sebesar AU $ 4,500 - AU $ 5,500 sedangkan untuk international studentnya sekitar AU $ 7,500 - AU $ 9,500 per-tahun. Belum lagi living cost-nya. Lumayan mahal, yah..

Untuk international student, yah..berarti tahap awalnya harus berhubungan dgn departemen pendidikan di state masing2. Mereka yg menentukan prosedurnya, gue belum pernah ngalami kayak gini jadi belum bisa share.

Kebetulan gue dapat link berikut ini, kayanya banyak manfaatnya, deh.. Silahkan click-click, yah...

www.cecnsw.catholic.edu.au/Visa_Guidelines2006.doc

He finally cried

Brian is the most stubborn son i have. Well, I have 3 boys and all of them are stubborn. But Brian is special. He is bold, outgoing and loves the word 'why..' so much.

He is hard-hearted, hard-headed as well..he is a dragon after all. We named him Alexander, the world conqueror after all. So mom, please don't complain about him anymore. Let him become him.., THE WORLD CONQUEROR, as you wish.

Within planning for the future, Brian begged us to stay here in Australia longer than we expected. He loves being here, he said. He loves the school, friends and teachers. When I said: 'No, we cannot! We have to go home.'

Then, he cried..

Finally, OSCH anak2 were waived!!

Sebagai pemegang visa 457 di Australia, gue ga berhak mendapat child care benefit. Yang berhak itu biasanya adalah citizen, permanent resident, n some of temporary visa holder, dan student visa holder yg disponsori oleh pemerintah Australia (kalo disponsori ama pemerintah Australia yah ga dapat benefit ini, loh). Buat lebih jelasnya bisa click di sini aja, yah..

Sebagai mahasiswa yang juga adalah seorang ibu rumah tangga, adakalanya gue pake juga fasilitas out of school hours ini. Pengalaman semester lalu, ada 1 hari dalam seminggu gue kuliah sampe sore yg otomatis gue ga bisa jemput anak2 tepat pada waktunya. Yah..jadi terpaksa dititip ke OSCH di sekolah. Kalo suami gue ga sibuk, dia bisa bantu pick up and drop mereka di rumah. Dan satu jam setelahnya biasanya gue udah pulang.

Berapa biaya buat titip anak2 di OSCH? Well, kalo di after school biasanya sekitar AU $ 14-an. Untuk anak di year R-2, akan dijemput di kelas masing2 tapi buat yg udah gede biasanya langsung menuju tempat OSCH langsung. OSCH ini di lingkungan sekolah juga, koq. Jam after school berarti dimulai setelah sekolah selesai s/d 18.00. Di sana mereka juga disediakan snack. Untuk before school, biasanya lebih murah dan jam operasinya dari pukul 07.00 s/d sekolah mulai sekitar 08.50.

Untuk vacation care, biasanya lebih mahal karena seharian. Gue juga pernah masukin anak2 ke sana karena antara break kuliah gue dan break sekolah anak2 ada beda sekitar 1 minggu. Nah..biaya untuk vacation care ini berkisar AU $ 35 - 45, tergantung kegiatannya. Biasanya mereka ada outdoor activites or excursion. Untuk vacation care ini kita disuggest untuk prepare snack n lunch.

Pembayarannya biasanya dilakukan every 4 weeks. Tapi untuk PASCAL sekolah Ariel di Pedare, they asked for weekly payment. Tapi sampe end of last year, gue ga pernah dapat invoice. Jadi dengan rajin dan setia gue selalu berkunjung menanyakan invoice gue. Bukan apa2, sih..soalnya semester ini gue cek ternyata ada 1 hari juga gue seharian harus di kampus. Dan melihat jadwal suami gue yg travellingnya semakin menggila, gue udah harus schedule anak2 di OSCH on permanent basis. Nah..kalo ada apa2 di masalah pembayaran n anak2 gue ga bisa dititip lagi..MATILAH GUE!!!

Finally, sore ini setelah confirm once again untuk jadwal minggu depan - soalnya my hectic life will begin next week - the directornya confirmed kalo sistem tahun lalu sudah berubah so...at the moment dia cuma write off my previous invoice. We will start with the new one starting next week, katanya. Wah..gue sih senang2 aja. Wong ga usah bayar. Hihihih..mudah2an ga ada ceritanya tiba2 kalo sistem udah settle n pembayaran harus dilunasi. Hehehe..wish me luck, yah!! :)

Jadi setelah confirmed everything for next week, kalo mereka akan jemput Nathan di kelas (katanya udah dia catat!) n Brian walks by himself ke hall, n gue get her mobile number, then i took off. Hope everything will be okay for them this semester.

Friday, 24 October 2008

I'll Be Home for Christmas

http://media.imeem.com/m/WBBvx9lhi_"> name="wmode" value="transparent">http://media.imeem.com/m/WBBvx9lhi_" type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="110" wmode="transparent">Ill">http://www.imeem.com/jheyme/music/jWFOl0L9/christian_bautista_ill_be_home_for_christmas/">Ill Be Home For Christmas - Christian Bautista

Yupp... we'll be home for christmas. Semua ticket udah dibeli dan terakhir tadi baru diambil dari travel agent. Sesuai lagunya...

I'LL BE HOME FOR CHRISTMAS...

Tuesday, 21 October 2008

Reusable Bags

Ini tambahan informasi tentang reusable bags.

Gue ambil dari: http://www.ecorecycle.sustainability.vic.gov.au/resources/documents/Plastic_Bag_Free_Challenge_-_Factsheet.pdf.

Or you can go to this site: http://environment.about.com/od/recycling/a/reusablebags.htm

Let's save our world for better place for our children. Small thing will be matter (even probably won't put us on the news if we are not celebrity) So frinds..let's go green!!!

Nathan Mo Jadi Apa Kalo Udah Besar???

Cuma selingan aja...

Hari Minggu lalu sambil makan siang di rumah makan langganan kita sepulang gereja, suami gue had discussion with Ariel on what he would like to become. Hhmm..katanya dia udah berubah pikiran untuk jadi dokter, lagi mikir-mikir on becoming something else and crossed on his mind to become a traffic engineer. Huehehe..pengen jadi kek Mamanya, ngkali yee... Trus..banyak deh yang mereka berdua bicarakan. Sampe akhirnya suami gue nanya ke Nathan (my youngest one) tentang cita-cita klu udah gede nanti.

Jawabannya mantuaabbbb...dan meyakinkan: 'Mo jadi Jedi!!!'.

What a dream!!!...

Kog 'dia' masuk berita?!?

Beberapa hari yang lalu gue baca2 di detikhot.com tentang Christian Sugiono. Kebetulan topiknya tentang dia yang masuk berita gara-garanya belanja selalu membawa tas sendiri. Trus...yah gue komplen ama suami gue. Gara-garanya, koq gue yang udah berbulan-bulan belanja bawa tas belanja sendiri ga pernah masuk berita, yah??

Dengan entengnya suami gue jawab, yah iyalah..elo khan ga selebriti? Hiks..Emang klu ga selebriti, tindakan kecil gue untuk save the world do not count, yah???

Nasib..nasib..

Beres, deh..(sebagian hiks..)

Udah lama banget kayaknya ga posting. Yah..mumpung lagi mentok otak dan komputer gue pada ngambek. Heran, deh..desktop dan laptop gue ga running bagus untuk CUBE. Gue udah bosan setengah hidup, nih.. Hiks.. Yah udah sambil menenangkan pikiran, gue curhat di sini aja. Hehehe...

Lebih dari sebulan lalu gue requested ke RE agent gue kalo mo perpanjang rumah sewain ini lagi. Sekalian propose supaya ga naikin harga untuk sewa tahun depan. Gue dengar2 selentingan teman2 kalo harga sewa itu biasanya akan naik tiap tahun sebesar 10%. OMG..ga kuat deh gue bayarnya. Jadi sepakat dgn suami, kalo kita request dari awal yah..mudah2an si landslor belum mikir masalah naikin harga. Mudah2an yah...

Di tempat agent gue, yah..gue sampaikan permintaan gue kalo mo perpanjang tuh rumah setahun lagi dan kalo bisa...kalo bisa nih..harga diturunin. Hihihi..not even proposed minta harga sama. Trus..dijawab ama si agent klu soal perpanjang, untuk fully hak si pemilik rumah. Apa dia tetap ingin put the house for lease or he will come back and live in the house. Soalnya si landlord gue kerja di airforce dan kebetulan pindah tugas ke Canberra beberapa tahun belakangan ini. So..kemungkinan 50 - 50, khan? Kepastiannya...umumnya akan diberi notice 1 month prior the lease end. OMG..gue harus punya alternative, nih...

Nah, soal harga...si agent bilang klu gue betul2...betul2...(sampe 2 kali diasebutin betul2-nya, deh..) mendapat harga yang fair untuk kualitas rumah itu. So..soal turun, hhmmm...ga mungkin lah yaow.. Hiks..lagi deh gue...

But..luckily, minggu lalu yang artinya 2 bulan sebelum masa kontrak rumah gue berahir, gue dapat surat lease renewal dari LJ Hooker (RE agent gue). Isinya adalah perpanjangan kontrak rumah 1 tahun lagi dengan harga...COBA TEBAK....sama, bo'. Mereka ga naikin harganya untuk setahun ke dapan. Oh..senangnya...senangnya..

Langsung deh..suami dan gue tanda-tangan dan mulangi surat itu 2 hari yang lalu. So..horrree...gue ga mesti hunting rumah dan ngurus pindah2 barang. Thanks, God... Satu masalah sudah terselesaikan..

Sunday, 5 October 2008

People by Mother Theresa

This morning for the first time I heard this poem. I am not kind of poem-person. Never look for it nor have a passion trying to write one. Only if any friend sent me a poem I enjoyed reading it. So friends..I would like to put this poem here. Hope you will enjoy it as well as me today.

People - By Mother Theresa

People are often unreasonable, illogical, and self-centred;
Forgive them anyway.
If you are kind, people may accuse you of selfish, ulterior motives;
Be kind anyway.
If you are successful, you will win some false friends and some true enemies;
Succeed anyway.
If you are honest and frank, people may cheat you;
Be honest and frank anyway.
What you spend years building, someone could destroy overnight;
Build anyway.
If you find serenity and happiness, they may be jealous;
Be happy anyway.
The good you do today, people will often forget tomorrow;
Do good anyway.


Give the world the best you have, and it may never be enough;
Give the world the best you've got anyway.
You see, in the final analysis, it is between you and God.
It was never between you and them anyway.

Taken from : http://corporate.skynet.be/zen/mother.htm

Friday, 3 October 2008

Dinner at Our Place

Yyuupp...after sedikit kerja keras dan panik, akhirnya gue bisa selesaikan semua urusan masak tepat pada waktunya. Gimana ga stress..waktu gue mepet banget. Setelah selesai renang, mesti belanja ke kota dan mampir ke rumah teman Malaysia gue. Ada 2 orang yang ngundang untuk lebaran, satu teman kuliah gue dan satu lagi orang tua dari teman anak gue. Ga enak kalo ditolak, jadi...meskipun mampirnya cuma 15 menitan tetap harus dijalani. Pokoke kemarin semua pake hitungan menit. Ffiiuuhhh...

Yah..sambil ngeliatin jam terus, tangan kerja terus.. Klu kaki juga bisa dipake buat motong dan bersihin sayur, gue pake dah.. Ini juga sambil beberes, loh.. Tahukan kalo anak gue 3 orang and cowok semua, rumah serasa bagaikan kena angin taufan melulu. hihihi..

Finally at 18.30 everything had been set. Akhirnya...leganya gue n suami gue telp, Eyal nanya gue mo dibawain apa. Gue bilang gak perlu bawa apa2. Dia ga mau, It was his custom to bring a company for friend's house along with all the happiness, he said. Well, just don't bring wine, I said since we will have durian for dessert and it is not good to have it along with wine. So he brought chocolate instead. My favourite..hehehe...

It was really a casual dinner and I served Indonesia foods I could make. He loved to try any kind of foods. And on their biz trip to India few months back, he was the only Caucasian that did not get food poisons there. The other 4 got sick and had to be hospitilized. haha! Then Bangalore soon became their nightmare. Poor them. So I would not be worry to prepare a bit spicy food since Eyal could handle it perfectly.

I bought durian. Not only one but 2. My husband told me that during their biz trip back to Batam last June, they eat 6 durians and just sat at the side of the street and enjoyed it. Just the 2 of them. It was the 1 st time Eyal ever enjoyed durian and he loved it. It was true. He finished big part of those durians, actually. He even claimed that durian is one of the connoisseur food. And he said durian was the fruit of heaven, the fruit for angels. Ha! Even elephant eats durian, I added.

We did had a good time. I promised him when the weather becaming warmer, we can have a nice and delicious indonesian bbq at our backyard. It won't be long since summer is already on its way here.

Renang lagi..

Iya nih..ga bosan-bosannya ngomongin soal renang. Maklum...soalnya seminggu terakhir ini, itu aja kerjaan gue. Nongkrongin anak2 di kolam renang.

Hari ini adalah hari terakhir mereka ikut Swimming Vacation program, jadi tadi pagi datang juga langsung disodori sertificate. Duilleee...sertifikat mulu nih sekolah. Heheh..tapi anak2 gue senang banget nerimanya. Nah..setelah ganti baju, langsung deh..anak2 gue nyemplung dan kebetulan juga instrukturnya udah pada nunggu.

Ga lama kemudian si supervisor datang buat ngecek2 perkembangan murid2. Gue liat mereka diskusi agak banyak dgn instrukturnya Ariel dan Ariel kemudian disuruh melakukan backstroke style. Si supervisor tetap ngerasa kurang puas dan dia menyarankan Ariel teknik2 tertentu. Pada putaran ke-3 si supervisor mulai tersenyum dan bilang, 'well done!' Dan dia datang ke gue dan informasi kalo Ariel passed the backstroke with kicking and akan dapat serttifikat after the class. He will need to pass one more assessment for breathing then he will be ready for the next level, Marlin.

Ariel senang banget. He feel confident and exciting for the next assessment.

Sedikit informasi, di sini mereka mulai ngajari anak2 dengan freestyle and backstroke style. Klu di Indonesia, anak2 gue diajari breaststyle dulu baru freestyle. Jadi sampe sekarang breaststroke anak2 gue belum diliati, deh.. Ga apa..yang penting mereka exercising and more than that bisa ngilangi rasa 'eneg' mereka berenang. Now..they love to swim. Termasuk Nathan, he got one certificate already in successfully putting his head in the water. What a certificate, right? I am trying to book the class for him but it is still full for the next month. Hope he will get space soon.

Senangnya...senangnya..

Kemarin gue belanja ke Central Market karena malamnya kita ada acara ngundang atasan suami gue buat makan malam di rumah. It has been months suami gue mikir buat ngundang Eyal. Soalnya..suami gue ga gitu suka mencampurkan urusan kantor ke rumah. Dia pengen membuat hubungan dgn coleagues tetap profesional, katanya. Gue sih..punya pendapat yang berbeda, tapi let him to decide. They are his friends, after all. Sampe pada saat his biz trip to UK last July, he was invited to have dinner to Eyal's place. And he started to think to invite him back to our place and this was it. It was fine for me. I always enjoy company, actually..

Jadi setelah susun menu beberapa hari sebelumnya, gue belanja ke Thuan Phat buat beli apa yang perlu. Gue udah lama banget nyari bumbu Sate Padang merk Munik. Gue beli di Sydney beberapa bulan lalu dan it was running out very quckly. Hehehe.. Udah gue coba pesan dgn yang punya toko, tapi dia kayaknya kurang ngerti, deh... Sampe kemarin waktu gue lagi cari2 bumbu, ada bapak2 yang nyapa. Dia emang berdiri aja di depan rak2 bumbu Indonesia sambil nyatat2, en..gue cueki aja, sih..

Dia tegur gue dan nanya apa ada yang lain yang gue butuh tapi ga ada di sini?? Wah..kebetulan banget!!! Gue ini paling pantang ditawari, koq. Hihihi..langsung gue sambar tawarannya dan minta disediakan bumbu sate Padang. En..untungnya lagi dia ngerti ttg si bumbu Munik ini. Okay, katanya. Nanti akan dia stocked. Ada lagi yang lain??? Hhmmm...gue ga bisa mikir yang lain lagi, niy.. Si bapak itu bilang kalo lain kali gue pengen atau butuh sesuatu, tulis aja di selembar kertas dan kasih ke yang punya toko. Nanti yang punya toko akan kasih ke dia dan dia akan usahakan sediakan. Wah..senang banget.. Trims..a lot bapak distributor!!! Hehehe..

Nah, buat teman2 yang di Adelaide..ini informasi bisa dipake. Silahkan pesan, deh..

Tuesday, 30 September 2008

Lazy Eye

Gue lupa banget tanggal pemeriksaan mata Brian. Untungnya hari Senin kemarin ada telephone dari kantor optomestrist untuk confirmed kedatangan Brian hari ini. Untung aja...soalnya yang gue catat tanggalnya adalah 1 Oktober. Hhmmm...koq bisa missed gitu, yah?

Jadi setelah selesar belajar renang, kami langsung menuju tempat optometrist ini. Sebelumnya gue dikirimi surat dari kantor optometris ini. Dari kop suratnya baru gue tahu kalo ini merupakan institusi yang namanya : Vision and Learning Institution. Jadi emang bergerak dibidang anak2 yang punya kesulitan belajar disebabkan dari penglihatannya. Websitenya : www.visionandlearning institute.com.au. Yah...siapa tahu ada yang berniat cari2 informasi. Soalnya as soon as gue dapat surat ini, gue juga langsung coba liat2 websitenya buat cari informasi.

Nah, isi suratnya ada beberapa formulir yang harus diisi. Ada isian yang diisi oleh orang tua dan satu formulir lagi untuk diisi oleh gurunya. Tapi berhubung dia ga ada problem masalah sekolah, so gue memutuskan not to take a big deal of it by informing the problem to the teacher. Nunggu gimana hasilnya aja dulu. Toh, gue ga percaya2 banget Brian having such a big problem. Biasa..as a parent I am stil in denial stage. Hiks..

Jim Keffnick (mudah2an namanya ga salah, niy..hehe..soalnya kertasnya ga keliatan lagi) yang memeriksa keliatan ga terlalu ramah. Orangnya botak dan tegas dan bersepatu boot di kantornya. HHmmm..awalnya gue ngerasa gimana gitu. Tapi setelah masuk ke kantornya dan saw how he talked to Brian, image awalnya langsung hilang. Dia tahu gimana bicara dgn anak kecil dan menghilangkan nervousnya. He talked a lot with Brian, asked about his hobbies, his siblings, he worked at school, everything. Brian felt calm and he liked Jim already.

Then during his conversation, Jim starting his examination. Kadang2 dia datang ke gue jelasin apa yang baru dia lakukan dan apa manfaatnya. Setelah menemukan apa masalahnya Brian, dia manggil gue untuk memperliatkan test yang menunjukkan masalah Brian. Ternyata mata kiri Brian sedikit malas dibandingkan mata sebelah kanannya. Untuk awal dalam melihat yang normal, mata kanannya dapat berkoordinasi dengan baik dengan mata kiri. Tapi untuk hal yang lebih sulit, mata sebelah kirinya mulai kesulitan berkoordinasi dengan mata kanan.

Setelah tahu bahwa masalahnyanya ada di mata kiri, gue ga lupa informasikan juga kalo Brian pernah jatuh dari gendongan gue pada usia 1 tahun. Pada saat itu dia selesai mandi dan gue angkat. Nah..karena merasa terganggu keasyikannya main air, dia meronta dan karena masih agak licin he just slipped from my hands dan jatuh. Keningnya duluan yang menyentuh lantai. Saat itu gue langsung bawa ke dokter keluarga gue dan diperiksa dan ga terjadi apa2. Ga ada geger otak atau sesuatu yang berbahaya. Cuma ada pendarahan di keningnya dan mengumpul di kelopak mata karena faktor gravitasi. Tetapi sejalan dgn waktu darahnya akan terserap kembali oleh tubuh. So nothing to be worry about, kata si dokter gue. Gambarnya ada gue attach, niy.. Suami gue mengabadikannya supaya gue tetap ingat dosa gue kepada Brian, katanya. Hiks..

Gue tanya apa kasus itu yang mempengaruhi mata kiri Brian saat ini kepada Jim. En katanya tidak. Tidak ada pengaruhnya sama sekali. Jim menjelaskan setiap orang kadang2 punya masalah seperti Brian. Ga banyak...mungkin cuma sekitar 10% dari jumlah anak2 yang ada. Tapi selalu ada kasus seperti ini. Well, itu cukup melegakan gue. Hehehe... Nah, foto di sebelah adalah foto beberapa hari setelah jatuh. Memang darahnya mulai menghilangkan???

Jim kemudian menjelaskan ke gue tahap2 perkembangan mata. Tugas dia sebagai behavioral optometris adalah memperbaiki mata seseorang hingga si anak berusia 16 tahun. Itu adalah usia maksimal untuk mata dapat diperbaiki. Usia 3 tahun si anak sudah mempu memanfaatkan matanya tetapi belum bisa membedakan mana mata kanan dan mata kiri hingga dia berusia 4 tahun. Nah..pada usia 8 tahun - dimana usia Brian sekarang - si anak seharusnya sudah dalam kondisi 'sustained' yang mampu seutuhnya mengkoordinasikan kedua matanya. Tapi ini yang kurang di Brian dan berusaha untuk dikejar dengan treatmentnya. Efeknya yag terjadi adalah si anak akan kesulitan membaca tulisan yang agak banyak dan kecil karena mata sebelahnya tidak mampu men-tracking secepat mata yang satu lagi. Jadi..akan terliat dia kesulitan belajar, malas, dan tidak mampu berkonsentrasi yang sebenarnya disebabkan matanya ini.

Sebenarnya hal ini belum terjadi kepada Brian karena di kelas 2, dia baru membaca yang masih mampu dia tangani. Tapi gue memang melihat dia mengalami sedikit kesulitan dan membutuhkan sedikit waktu lebih lama tapi he can do it dgn sedikit usaha. Ternyata ini jawaban masalahnya selama ini. Terus-terang gue ngira masalahnya adalah karena dia harus membaca dalam bahasa Inggris yang memang belum terlalu familiar untuk dia. But Jim assured me that it can be fixed with special glasses.

Treatmentnya adalah Brian harus memakai kacamata khusus yang akan merangsang otot mata kanannya untuk berfungsi sebagaimana seharusnya. Dia akan menggunakan kacamata itu hanya untuk belajar dan membaca tapi tidak untuk kegiatan lainnya. Biasanya akan membutuhkan waktu sekitar 1 sampai 1.5 thn.

Jadi setelah mendengarkan semua informasi, kita milih kacamata yang dia suka. Kacamatanya sendiri akan siap dalam waktu 7-10 hari. Ga apa, sih..toh dia masih libur. Mudah2an semuanya dapat kelar by the time he starts school again.

Gue merasa bersyukur banget problem ini dapat diketahu cepat dan saat kami berada di sini Australia. Mudah-mudahan masalah mata ini dapat selesai saat kami pulang ke Indonesia nanti.

Sunday, 28 September 2008

Smart Board

Gue pengen cerita tentang smart board. Ini adalah papan yang berhubungan dengan komputer melalui projector tetapi kita tetap bisa mengoperasikan si komputer melalui smart board ini. Jadi selain sebagai layar dia juga merupakan touchpad. Cool banget, khan? Dan dari pengalaman presentasi lalu, gue baru tahu juga ternyata kita bisa 'colokin' USB langsung ke smartboard ini. Wow..

Nah..ceritanya si smartboard ini adalah merupakan tolak ukur gue waktu men-seleksi sekolah anak2 gue. Awalnya gue nge-cek beberapa sekolah negeri di daerah2 yang gue pengen tinggal. Dan salah satunya di Keithcot Farm ini. Gue buat janji dengan principal dan belio ngantari gue keliling sekolah dan menjelaskan seluruh fasilitas mereka. Ini juga pertama kali gue mengetahui tentang the powerfull smartboard. Di Keithcot Farm, semua kelasnya sudah menggunakan smartboard ini padahal ini adalah sekolah negeri.

Gue juga ngecek beberapa sekolah swasta di kota. Teman suami gue menginformasikan kalo anaknya sekolah di St. Andrew's di Walkerville. Jadi suami gue nyarani gue juga ngecek sekolah itu. Sebelumnya gue menghubungi St. Peters tapi mereka sudah full dan waiting list-nya aja bisa 2 tahun. OMG..dan mereka nyarani untuk ngecek St. Andrew's juga karena katanya 'sealiran'. Hhhmmm...yah berarti gue emang kudu nge-cek sekolah ini.

Setelah buat janji, gue datang dan langsung bertemu dengan ibu kepsek. Juga sama..diantari ke semua kelas dan diliati semua fasilitasnya. Kerennya lab komputer mereka full dengan komputer Mac. Si ibu kepsek bilang dengan bangga klu sekolah mereka adalah the Mac School. Trus..gue liati beberapa kelas dan keberadaan the smartboard. Wah..belum semuanya. Tapi si ibu kepsek berjanji kalo 'eventually mereka akan menyediakan smartboard untuk semua kelas next year'. Gue kudu was-was dengan kata eventually-nya ini.

Eniwei, gue ga pilih sekolah ini even dia adalah the mac school, IB School dari Yr Reception. Soalnya belum punya smartboard di semua kelas dan lebih dari itu uang sekolahnya AU $ 10,000/thn, euy.. Ga kuat kantong gue buat 3 anak. Hehehe.. Jadi stick to the plan: Nathan and Brian di Keithcot Farm dan Ariel di Pedare since Pedare adalah IB School since year 6. Dan untuk tahun ini (August 2008), Keithcot Farm adalah salah satu penerima National Good Schooling Award 2008. Nah..pilihan gue ga salah, khan???

Yah..inilah sedikit cerita tentang pencarian sekolah anak2 gue dulu. Hhmmm...gue menghabiskan sekitar 3 bulan untuk research ini aja. So buat all parents, be smart!! Sekolah mahal belum tentang lebih bagus, loh...

Brian Naik Level

Cerita ini adalah meneruskan cerita tentang sekolah renang anak2. Dan ternyata dugaan gue tentang Clovercrest Swimming School ini ga salah. Supervisor dan instructor-nya selalu memperhatikan siswa2nya. Dan up-date nya juga ga lama.

Hari Senin minggu kemarin adalah ke-2 kalinya anak2 gue berenang. Dan ternyata Wendy sang supervisor nyariin gue dipinggir kolam dan info kalo Brian akan dipindahkan ke level Penguin mulai awal Oktober. Katanya di level itu dia akan lebih mampu mendapat bimbingan sesuai kapasitasnya. Kayaknya penguin ini adalah bagian dari level starter tapi untuk anak-anak yang lebih advance. Kita liat aja seperti apa Penguin ini bulan depan, yah..

Yah..emang kalo diliat dari teman2 levelnya Brian, emang ada yang mulai dari ga bisa sama sekali. Jadi kadang2 dia emang merasa terlalu gampang. Tapi Brian sih ga pernah komplen. Tuh anak nyante banget jadi orang. Malah selalu senang kalo berada di level yang dia menjadi paling hebat. Hehehe..

Yah..mudah2an di level barunya nanti dia bisa lebih berusaha. Kita liat aja nanti. Toh mulai Senin ini gue masuki anak2 ke program SwinVac yang merupakan program intensive selama liburan sekolah. Daripada main games mulu di rumah, bo'...

Presentation About Indonesia

Guru Brian, Linda Lewis, meminta gue untuk memberikan sharing tentang Indonesia beberapa minggu yang lalu. Wah..gue sudah tentu senang banget. Cannot wait for the day, actually. Setelah menentukan hari baik dan jam baiknya, kita sepakat mengadakan dia hari Selasa pada saat gue lagi spring break.

Gue informasikan juga ke Linda klu gue akan menggunakan Powerpoint so mesti nge-check komputer di kelas apa mereka punya software itu. Bukan apa2 sih..cuma karena ga biasa bisa di depan banyak orang dan khan namanya juga bukan native speaker, jadi perbendaharaan bahasa juga ga kumplit..so better prepare for the best lah.. Hehehe..

Trus..karena mikirin juga klu gue bakal presentasikan ke anak kelas 2 SD, nah..more tricky lagi, khan? Ga mungkin gue sampein semua fakta dan data bisa2 jadi nyanyiin lagu nina bobo di pagi hari. Jadi gue memang menggunakan media ini buat nyampein lebih banyak gambar yang menarik buat anak2.

Awalnya gue cerita ttg bendera Indonesia dan the meaning of the colours. Trus..comparation antara jumlah penduduk di Indonesia dan Australia. Gile...bedanya jauh banget!! Dan mereka semakin exciting klu ternyata Indonesia itu penduduknya banyak banget. Dan gue liati gimana Jakarta itu. Penuh dengan tall buildings dan ga lupa macetnya itu. Wah..gue ceritain klu gue butuh waktu 1 jam untuk perjalanan dari rumah dan sekolah (waktu gue SMA). Hehhe..okey..okey..gue agak berlebihan padahal dulu cuma sekitar 30 menitan sih..dari rumah gue di Kemang - Bangka ke SMAN 6 Mahakam. Hihih..

Trus..gue juga liati contoh sekolah di Indonesia. Yah..pilih yang bagus, dong..dan contoh kelasnya. Mereka nanya cara naruh tas, naruh buku dan tempat pensil. Trus..mereka berkesimpulan kalo sekolah di Indonesia lebih 'cool' dari sekolah mereka. Hahaha..emang rumput tetangga selalu lebih hijau, yah..

Ga lupa dong..contoh beberapa permainan di Indonesia, kayak main layang2, congkak, gundu, dan olah raganya seperti bulu tangkis, sepak bolah. Juga beberapa kebudayaan, seperti Jawa, Batam dan Bali - yang terakhir ini cukup sering terdengar di Australia karena kedekatannya.

Terakhir gue pakein mereka beberapa koleksi kain gue dan kebaya yang kebetulan selalu gue bawa kemanapu gue pergi. Dan..ga lupa gue masakin mie goreng supaya makin klop acara mengenal budaya mereka.

Gue bangga menjadi orang Indonesia dan ini juga salah satu alasan gue menolak untuk memasukkan anak2 gue ke New Arrival Program menggantikan sekolah mainstream mereka. Buat apa?? Mereka ga butuh belajar budaya Australia wong..busaya Indonesia jauh lebih kaya dan beragam dan jauh lebih layak untuk dipelajari, koq..

Friday, 19 September 2008

Hidup Ini Bagaikan Roda

Tadi pagi gue nelepon nyokap gue di Jakarta. Yah..nanya2 kabar aja. Gue selalu nelpon ortu dan mertua gue seminggu sekali. Bahannya cuma info mereka keadaan cucunya dan sedikit2 curhat. Hehehe...

Nah..nyokap gue sharing tentang bahan persekutuan wanita di gerejanya minggu lalu. Themanya tentang anak. Jadi si pembicara ngejelasin kalo anak2 itu harus dibiarkan mandiri supaya bisa kuat. Dan dia mencontohkan keadaan sekarang yang tiap anak punya baby-sitter masing2. Di istilahkannya sebagai selir. Hehehe.. Kalo di keluarganya punya 3 anak, yah..3 selir lah..si keluarga itu punya. Si anak menjadi sangat bergantung dan ga mandiri karena semuanya akan selalu disediakan oleh selirnya itu, khan? Nah..pertanyaan timbul gimana saat si anak memasuki usia sekolah karena si selir ga boleh masuk kelas, khan? Trus...saat dia dewasa dimana segalanya adalah pertempuran satu lawan satu? Kalah, khan?

Muncul kemudian istilah 'hidup ini bagaikan roda'. Satu saat kita berada di atas. Dapat memenuhi segala sesuatu yang kita inginkan. Out of love, anak pun disediakan selir. Baik itu karena trend atau karena kita ga punya waktu ngurusin sendiri karena arisan ato sibuk kerja. Si anak tumbuh menjadi anak pembantu, manja, dan taunya cuma diurusin. Ga mampu mandiri. Setelah besar...kalah bersaing dengan anak2 yang memang diajarkan untuk mampu berjuang sendiri. Dan hidupnya yang di atas menjadi bertukar posisi. Dan hidup berulang kembali...

Gue sadar banget ttg prinsip ini. Makanya gue ga mau ikut campur dengan urusan anak2 gue di sekolah. Gue selalu mendukung guru2 anak gue, jarang2 komplen kecuali kalo udah keterlaluan dan prinsipil. Kalo mereka dihukum karena kelalaian, gue selalu menerimanya dengan lapang dada. Kalo mereka ga ngerjain pe-er, gue akan antar mereka sendiri langsung ke gurunya untuk minta maaf dan menerima hukuman. Gue tahu ga ada kegagalan dan kekalahan yang tidak ada manfaatnya.

Sama seperti saat pertama pindah ke Australia. Anak2 gue bilang kalo mereka ga mau diturunkan kelasnya kalo pindah ke sini. Gue berusaha mempertahankan level mereka ke kepala sekolah mereka masing2. Meminta supaya mereka dimasukkan ke level yang sama karena mereka layak untuk itu. Dan disetujui.. Gue kemudian bilang ke anak2 gue, kalo gue sudah ngelakuin bagian gue, sekarang giliran mereka harus berjuang untuk membuktikan kalau apa yang gue perjuangkan untuk mereka betul2 benar adanya. Gue katakan semua itu untuk mereka bahwa life is not always easy.

Yah...mudah2an mereka ngerti dan nangkap maksud gue. Hidup mereka masih panjang dan mungkin perjuangan mereka akan lebih berat karena dunia sekarang semakin kecil. But life is something worth to live in, just believe that Someone Greatest is always watching over you. Always..